Tampilkan postingan dengan label Hidupkan Negeri Melyu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidupkan Negeri Melyu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

Daik, Wisata Air yang Sangat Menakjubkan


Daik, merupakan ibukota Kabupaten Lingga yang baru terbentuk tahun 2003. Tak banyak orang yang tahu tentang keberadaan Daik. Mungkin juga tak banyak orang yang tahu tentang keberadaan Kabupaten Lingga. Begitu kabupaten ini mulai dijalankan berdasarkan undang-undang pembentukan kabupaten tersebut, Kota Daik dan daerah-daerah lainnya di Kabupaten Lingga mulai menggeliat menunjukkan keberadaan mereka di tengah kancah wilayah pemerintahan Republik Indonesia. Geliat pembangunan terasa di sana-sini.
Satu hal yang sangat menarik perhatian adalah keindahan alam yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta kepada negeri “Bunda Tanah Melayu” ini. Sungguh tepat julukan Bunda Tanah Melayu melekat erat untuk menyebut seluruh wilayah Kabupaten Lingga. Bukan saja karena kondisi alam yang sangat indah dengan ratusan pulau-pulau yang terhampar, tetapi juga karena di Lingga-lah peradaban Melayu makin berkembang walau kemudian meredup karena kejayaan Pulau Penyengat.
Salah satu sudut Dermaga Pelabuhan Tanjung Buton
Daik Lingga
Ketika memandang dari sisi kiri dermaga Pelabuhan Tanjung Buton
berlatar belakang Gunung Daik
Daik Lingga
Pantai Pasir Panjang dilihat dari arah bukit yang terdapat
Benteng Bukit Pasir Panjang
Pantai Pasir Panjang
30 menit perjalanan dari kota Daik
Salah satu pulau yang dapat dilihat ketika perjalanan dari
Tanjung Pinang menuju Daik
Air Terjun Resun
Desa Pancur yang sangat eksotis
rencananya akan diadakan kegiatan oleh pekerja dan penggiat seni
“Pancur Lagoon Poetry Reading“

Pariwisata Lingga, Wisata Air yang Menentramkan

Pariwisata Lingga, Wisata Air yang Menentramkan

Wisata Alam Lingga sungguh menakjubkan. Semua dimensi alam tercakup di daerah ini. Sungai, laut, gunung, semua dimiliki oleh Daik Lingga, sebuah kabupaten baru yang terbentuk di tahun 2003. Pariwisata Lingga ini mulai dikembangkan dan dipromosikan ke luar daerah untuk menarik pengunjung berwisata di negeri Lingga Bunda Tanah Melayu ini. Berbagai upaya dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan tujuan wisatanya. Bukan hanya wisata alam, tetapi juga wisata sejarah, wisata religius maupun wisata seni dan budaya terus dikembangkan. Negeri yang menjadi pusat Kerajaan Riau Lingga ini semakin berbenah, semakin sumringah.
Banyak yang tidak tahu bahwa alam negeri Lingga sangatlah menakjubkan. Ketidaktahuan ini biarlah menjadi kisah masa lalu, dan sekarang pariwisata Lingga patutlah dan harus menjadi buah bibir bagi masyarakat Riau, masyarakat Indonesia sekaligus pembicaran dan lokasi yang wajib didatangi oleh wisatawan mancanegara. Untuk mencapai Daik, Dapat dicapai melalui Tanjung Pinang maupun Batam yang dilanjutkan dengan menggunakan speedboat selama 3-4 jam menuju Daik. Akomodasi penginapan umumnya dari hotel kelas Melati dengan biaya yang cukup murah.
Beberapa wisata alam di negeri Lingga sangat berhubungan dengan air, walau tak terlepas dengan wisata alam jenis lainnya. Laut, pantai, sungai, air terjun yang dimiliki negeri Lingga menjadi suatu hadiah yang terbesar dari Tuhan kepada daerah ini.
Jika angin berhembus perlahan, akan sangat mengasyikan untuk berwisata mancing di sekitar 531 pulau-pulau yang dimiliki Kabupaten Lingga. Laut yang jernih dengan jenis ikan yang masih banyak membuat tangan pemancing tak bisa diam untuk terus melempar joran ke tengah laut.

Pariwisata Lingga : Pantai Pasir Panjang

Pantai Pasir Panjang tak akan kalah dibanding Kuta Bali. Pasir putih di teluk Pasir Panjang ini membentang sepanjang pantai dengan airnya yang sangat jernih. Di sebelah kanannya akan terdapat bukit Pasir Panjang yang memiliki sebuah benteng batu pertahanan Kerajaan Lingga dari serangan laut. Dari atas bukit ini, sangat menentramkan hati memandang pantai dan laut. Sebuah pondok nelayan kecil di tengah laut memberikan nuansa tenang. Tidaklah salah untuk memancing di Pantai Pasir Panjang sekedar untuk bersenang-senang.
Dari tempat penginapan di Kota Daik, Pantai Pasir Panjang dapat dicapai sekitar 20-30 menit dengan menggunakan kendaraan roda 4 maupun roda 2 ke arah barat. Lokasi pantai akan langsung terlihat dari jalan raya karena berada tepat di tepi jalan raya. Pondok-pondok kecil untuk sekedar istirahat selepas berjalan maupun berenang tersedia di beberapa tempat.
pariwisata lingga daik pantai pasir panjang lingga
Pantai Pasir Panjang
pariwisata lingga daik pantai pasir panjang lingga
Air Laut yang Jernih di Pantai Pasir Panjang

Pariwisata Lingga : Air Terjun Resun

Air Terjun Resun dapat dicapai 20-30 menit dari Kota Daik menuju ke arah timur laut. Air terjun yang memiliki kemiringan landasan sekitar 45 derajat ini membuat air meluncur tenang dengan bunyi gemericik air yang menentramkan. Kolam yang terbentuk di air terjun itu sangat cocok untuk mandi-mandi sambil meletakkan badan di jatuhnya air, sehingga membuat badan bagai dipijit-pijit oleh air terjun tersebut.
Pariwisata Lingga daik air terjun resun
Air Terjun Resun

Pariwisata Lingga : Desa Pancur

Lebih jauh ke timur akan terdapat sebuah pelabuhan di Desa Resun tersebut yang berada di tepi Sungai Resun yang menyediakan transportasi ke Desa Pancur. Wilayah Pancur adalah daerah teluk yang menjadi muara dari 7 sungai. Posisi Desa Pancur berhadapan langsung dengan Gunung Daik. Pemandangan sungai, laut, gunung dimiliki semua oleh desa ini. Desa ini juga memiliki rumah-rumah yang dibangun menghadap ke air, hal yang berbeda umumnya dengan rumah-rumah di daerah lain yang membelakangi air.
pariwisata lingga daik desa pancur
Memandang Gunung Daik dari dermaga Desa Pancur sambil menikmati sunset yang indah
daik desa pancur rumah
Rumah-rumah Desa Pancur yang menghadap ke air

Jumat, 09 Desember 2011

Lingga Akan Gelar RSBM

LINGGA- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten  Lingga akan menggelar kegiatan Rampai Seni Budaya Melayu (RSBM) pada Senin (14/11) malam. RSBM yang merupakan acara tahunan ini akan dibuka oleh Bupati Lingga, Daria. Pelakansanaan RSBM tahun ini sedikit berbeda dari tahun lalu, di mana  peksanaaan festival budaya Melayu di Dabo Singkep akan  dilangsungkan di Pagoda Dabo. Peserta dari luar yang tercatat meramaikan even kali ini datang dari Malaka, Sanggar Siak Sri Indrapura dan Penyengat, Tanjungpinang.

"Kegiatan RSBM sengaja dibuat di dua tempat, tiga hari di Dabo dan tiga hari di Daik  agar masyarakat bisa menikmati even. Banyak lomba digelar dan  juga pementasan bangsawan,"kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lingga Junaidi Ajam, Kamis (10/11).

Kegiatan RSBM di Daik akan berlangsung sampai tanggal 20 November disejalankan dengan Hari Jadi Kabupaten Lingga. Tahun ini RSBM diyakini bakal meriah, karena diramaikan peserta lokal dan luar daerah.

"Sedikit berbeda, tempat yang biasanya di Gedung Nasional,  kini kita coba di Pagoda Singkep. Pagoda memiliki keunggulan dengan lokasi yang strategis. Bagus untuk tontonan dan juga tempat rekreasi," ujarnya.

Untuk kegitan RSBM di Dabo Singkep, nantinya digelar lomba inai dan berzanji, serta lomba lagu Melayu. Ada juga pementasan bangsawan. Sementara di Daik Lingga juga ada pementasan bangsawan yang dibawakan Sanggar Sungai Buluh. Di Daik juga digelar lomba pengolahan makanan tradisional dan lomba silat pengantin.

"Terakhir ada lomba tari tradisi dan tari kreasi di Daik. RSBM rencananya pembukaan di Dabo, penutupan di Daik," ujarnya.

RSBM yang digelar setiap tahun tujuannya ingin mengimplementasi dari visi Kabupaten Lingga yang ingin mewujudkan Lingga sebagai bunda tanah Melayu. Selain itu juga ingin melestarikan budaya Melayu yang belum dan sudah berkembang di Lingga. Tujuan lain juga untuk memberikan apresiasi seni budaya Melayu.

"Kita juga ingin melihat sejauh mana hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini,"paparnya.

Seperti tahun lalu, perhelatan tahunan RSBM ini diikuti lima kecamatan. Yakni, Kecamatan Lingga, Singkep, Senayang, Lingga Utara, dan Kecamatan Singkep Barat. Kegiatan ini memang penting, karena Lingga merupakan bunda tanah Melayu dan diharapkan kegiatan ini bisa mempromosikan kebudayaan Lingga dan Kepri pada umumnya.(cw32)

Pramuka SMA Negeri 1 Singkep Barat Raih Prestasi Gemilang di Kemsar Budaya 2025

  Pramuka SMA Negeri 1 Singkep Barat Raih Prestasi Gemilang di Kemsar Budaya 2025 Lingga — Regu Pramuka SMA Negeri 1 Singkep Barat meno...