Jumat, 16 Agustus 2013

Mr.Sjafrudin Prawiranegara Presiden RI Ke-2 yang terlupakan

Mr.Sjafrudin Prawiranegara Presiden RI Ke-2 yang terlupakan

200px-sjafrudin_prawiranegara1
Ada yang ingat dengan Mr. Syafrudin Prawiranegara? Pasti pada lupa, mari kita ingat-ingat kembali pelajaran sejarah . Sedikit mengingatkan, beliau adalah pejuang pada masa kemerdekaan Republik Indonesia yang juga pernah menjabat sebagai Presiden/KetuaPDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) ketika pemerintahan Republik Indonesia di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda saat Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1948.
Beliau lahir di Serang, Banten, 28 Februari 1911 meninggal di Jakarta, 15 Februari 1989 pada umur 77 tahun. Pada hari pahlawan tahun ini beliau baru di anugrahi Pahlawan Nasional oleh Presiden SBY , terlambat memang, tapi ya sudahlah dari pada tidak sama sekali keterlambatan pemerintah tersebut sebaiknya kita maafkan saja.
Adalah fakta sejarah bahwa Presiden ke-2 Indonesia adalah Mr.Syafrudin prawiranegara, sementara pak Harto yang kebetulan belum di tetapkan sebagai pahlawan Nasinal adalah Presiden ke-4. Sedangkan Bung Karno adalah Presiden Pertama dan ke-3, akan tetapi entah Karena apa bisa demikian, tapi informasi yang saya baca hal itu karena keinginan Pak syafrudin sendiri.
Dalam berbagai buku sejarah dan ketatanegaraan, tidak pernah tertulis nama Mr.Syafruddin Prawiranegara sebagai presiden. Susunan Presiden Indonesia secara berturut-turut selalu tertulis Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurahman Wahid, Megawati Soekarnoputeri dan Susilo Bambang Yudhoyono.
Lalu kemana Pak Syafruddin Prawiransgara? dan apakah peranannya membentuk PDRI dan posisinya sebagai kapala pemerintahan waktu itu tidak layak disebut presiden? padahal tanpa Mr.Syafruddin Prawiranegara maka Indonesia pernah tidak da, karena pernah terjadi kekosongan pemerintahan.
posisi Mr.Syafruddin Prawiranegara sebagai kepala pemerintahan merupakan fakta sejarah yang tidak bisa dihilangkan, dan bangsa ini seyogyanya memberikan pengakuan bahwa Mr.Syafruddin Prawiranegara adalah presiden ke-2 RI, meski beliau hanya menjabat beberapa bulan saja.
Selain belum diakui sebagai Presiden ke-2 dan bahkan diangkat sebagai pahlawan nasional baru tahun ini, nama Mr.Syafruddin Prawiranegara juga agak sulit ditemukan di dalam buku sejarah, padahal peranananya cukup penting dalam masa perjuangan. Sederet jabatan penting pernah diembannya selain Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (Presiden Indonesia ke-2), beliau juga pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan, Menteri Kemakmuran dan Wakil Perdana Menteri.
Karena itu Gelar pahlawan nasional yang dianugrahkan Presiden SBY kepada Mr.Syafruddin Prawiranegara layak kita nilai sebagai langkah tepat. Pasalnya, Mr.Syafruddin Prawiranegara dinilai memiliki jasa luar biasa besar terhadap kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Harusnya sejak dulu gelar pahlawan nasional diberikan negara kepada Mr.Syafruddin Prawiranegara,tetapi seperti saya tulis diatas biarlah keterlambatan pemerintah dalam hal ini kita maafkan saja.
Masih banyak Pahlawan yang lain yang berjasa pada Negri kita tercinta ini yang belum ditetapkan sebagi Pahalawan Nasional, Pak Harto misalnya, menurut hemat saya walau Sosok pak Harto penuh Kontroversi, beliaupun layak mendapatkan gelar Pahlawan Nasional.
Saya ahiri tulisan ini dengan harapan kita sebagai anak bangsa selalu menghormati para pahlawan yang telah berjuang menjadikan Indonesia masih tegak berdiri sampai saatini, ada pepatah Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai Pahlawanya. Selamat hari Pahlawan, Semoga kita bisa mengambil tauladan yang baik dari para Pahlawan Tersebut.

Jumat, 23 November 2012


Rusaknya Alam akibat rakusnya manusia. (penebang bakau liar dan pabrik sagu)

ALAM BUMI MERANTI

Objek Tempat Wisata




  • Perayaan Imlek/Chinese New Year di Selatpanjang
Imlek merupakan ajang promosi spektakuler wisata budaya unggulan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti,seperti hal terjadi di Bagansiapiapi - Rokan Hilir, yang mempunyai upacara adat Bakar Tongkang yang mampu mendatangkan turis lokal maupun internasional sebagai ajang promosi memperkenalkan daerah, produk multiusaha, seni budaya, aneka menu makanan, serta hiburan multietnis Indonesia.
Imlek tak ubahnya seperti tahun baru masehi atau tahun baru Hijriah bagi umat islam. Imlek adalah Tahun Baru Cina. Pada umumnya, yang banyak merayakan Imlek adalah warga Tionghoa. Namun bagi umat lain yang beraliran sama juga bisa merayakan Hari Raya Imlek.
Acara Perayaan Imlek memang sudah menjadi bagian dari tradisi di Kota Selatpanjang. Hampir setiap tahun perayaan Imlek di kota ini dirayakan sangat meriah bahkan juga termasuk Perayaan Imlek yang paling meriah di kawasan Provinsi Riau. Apalagi pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Meranti juga sudah menjadikan ivent perayaan Imlek sebagai salah satu asset wisata tahunan yang masuk kedalam Kalender Wisata Riau.Puluhan ribu orang baik dari dalam maupun luar Selatpanjang bahkan wisatawan dari luar negeri seperti Singapore,Malaysia,Hongkong,China,Taiwan,Australia akan membanjiri Kota Selatpanjang untuk turut serta memeriahkan perayaan Imlek.Imlek bagi sejumlah warga Tionghoa Selatpanjang yang berada di luar daerah maupun diluar negeri dijadikan ajang Tradisi Mudik, ini sudah berlangsung lama bahkan mereka anggap sebagai momentum penting untuk mudik ke tanah kelahiran. Rangkaian kemeriahan perayaan Imlek di kota Selatpanjang ada sedikit berbeda dengan dibandingkan daerah lain seperti Pontianak, Singkawang, Palembang, Pangkal Pinang, Medan, Binjai, Semarang dan Bagansiapiapi, dimana didaerah lain kemeriahan imlek cuma berlangsung satu atau dua,tiga hari saja yaitu hari ke 1 (pertama) dan di hari ke 15 (Cap go meh), tetapi kemeriahan imlek di Selatpanjang berlangsung selama 7 hari berturut-turut yaitu dari hari awal menjelang imlek sampai hari ke 6 ( Cue Lak ).Hal ini menjadikan Selatpanjang sebagai kota yang mempunyai rangkaian acara kemeriahan imlek terlama di seluruh Indonesia. Puncak acara Perayaan Tahun Baru Imlek di Selatpanjang berlangsung pada hari ke-6 bulan pertama Tahun Baru Imlek yang biasanya disebut Cue Lak (Bahasa Hokkian),tetapi kemeriahannya mulai terasa dihari H-7 yaitu seminggu sebelum jatuhnya perayaan Imlek.
Mengawali penyambutan tahun baru imlek di selatpanjang di pusatkan di Vihara Sejahtera Sakti, Selain mengelarkan sembahyang,yang paling unik didaerah ini adalah warga yang merayakan juga berkeliling kota pada waktu sore hari dengan mengunakan Bentor ( Becak Motor ) biasanya berlansung selama 6 hari. Sebelum puncak acara imlek biasa diawali Festival Kembang Api pada hari Ke 5, durasi kembang api biasa berlangsung cukup lama,kurang lebih (±)sampai 3 jam lamanya tanpa henti,hal itu yang membuat ketertarikan wisatawan dari dalam maupun luar negeri untuk menyaksikan,karena itu imlek secara tidak langsung menjadi ajang promosi spektakuler wisata budaya unggulan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti
Pada puncak perayaan imlek merupakan hari dimana bertepatan dilangsungkan perayaan untuk ulang tahun Dewa 清水祖師 Qing Shui Zu Shi[10].(Bahasa Mandarin)/Ching Cui Co Su (Bahasa Hokkian)(nama dewa).Pada moment ini warga Tionghoa menyakinkan bahwa sang Dewa tersebut sedang turun ke bumi dengan maksud untuk mengusir unsur unsur kejahatan dan memberikan kemakmuran dan ketentraman bagi warga kota Selatpanjang. Untuk itu diadakan penyambutan khusus dengan menggotong tandu patung Dewa dan dipawai berkeliling kota melewati beberapa kelenteng lain disertai menggelar atraksi tarian Liong (naga), dan atraksi Barongsai(singa) dan diiringi seni budaya Jawa reog ponorogo yang berasal dari Jawa Timur.Perayaan pada Cue Lak tersebut juga diiringi oleh para tetua atau orang yang terpilih dan dirasuki oleh roh para dewa yang biasa disebut Thangkie yaitu dimana raga atau tubuh orang tersebut dijadikan alat komunikasi atau perantara roh dewa tersebut, hal itu ada kesamaan di kota singkawang ( kalimantan Barat ) yang biasa dikenal Tatung.
Konon, perayaan Imlek di Selatpanjang dapat juga diartikan sebagai sebuah rezeki bagi seluruh masyarakat yang tinggal di daerah ini. Oleh karena itu tidak mengherankan apabila masyarakat yang non etnis Tionghoa biasanya juga turut ikut meramaikan perayaan Imlek dengan iring-iringan reog Ponorogo (bagi masyarakat Jawa) dan atraksi-atraksi kesenian lain yang merupakan tradisi dari daerah setempat.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat lebih mempromosikan kecintaan masyarakat akan khasanah pluralitas seni dan budaya yang ada di masyarakat. Di Daerah sinilah keunikan acara perayaan Imlek, dimana berbagai macam suku bangsa dan agama dapat berbaur, sehingga kerukunan umat beragama di Meranti, terutama di Kota Selatpanjang, selalu terjaga dengan baik.Perayaan biasanya dirayakan pada bulan Januari atau Februari.

Kelenteng Hoo Ann Kiong atau lebih dikenal luas sebagai Vihara Sejahtera Sakti (bahasa Hokkian: Tua Pek Kong Bio), adalah kelenteng tertua yang ada di Selatpanjang. Kelenteng 廟 ( Miào :bahasa Mandarin) ini juga merupakan kelenteng tertua di Provinsi Riau.Bangunan ini merupakan salah satu aset cagar budaya di Kabupaten Kepulauan Meranti. Kelenteng ini didirikan pada masa kolonial Belanda dan sampai hari ini belum diketahui dengan pasti tahun kapan berdirinya. Diperkirakan, Kelenteng Hoo Ann Kiong berdiri pada awal tahun 1800. Sejarawan memprediksi kelenteng ini berumur lebih dari 150 tahun setelah dilihat dari relief arsitektur bangunannya.Kelenteng ini sangat dikenal luas oleh masyarakat Selatpanjang maupun masyarakat luar Selatpanjang sebagai tempat ibadah utama bagi umat Konghuchu maupun umat Buddha.

  • Wisata Bahari Pesisir Pantai Pulau Rangsang
Wisata bahari pantai pesisir Pulau rangsang menjadi alternatif ekowisata Kabupaten Meranti,didaerah ini terdapat perkampungan desa nelayan,tambak dan hamparan pantai yang tercampur lumpur dan pasir,pesisir sepanjang pantai utara Pulau Rangsang berbatasan langsung dengan Selat Malaka.luasan pantai ini berubah-ubah karena terpengaruh pasang surut laut.

  • Tasik Nambus/Nambus Lake
Berlokasi di Desa Tanjung,pulau Tebing Tinggi, kira-kira 30 menit dengan menggunakan jalan darat dari pelabuhan Selat Panjang. Tasik Nambus dikelilingi hutan lindung, selama bulan syafar masyarakat setempat melakukan pemandian di danau ini.

  • Tasik Air Putih/Air Putih Lake
Satu-satunya tasik terlebar di kabupaten Kepulauan Meranti yaitu 800 meter yang terletak di Pulau Rangsang sebelah selatan Kota Selatpanjang. Tasik ini dapat dicapai melalui Desa Teluk Samak dan Desa Tanjung Samak yang merupakan ibukota Kecamatan Rangsang. Di sepanjang tepi tasik ditumbuhi oleh pohon palem merah menjadikan fenomena keunikan yang tidak dijumpai di tasik lain. Selain itu, terdapat juga pulau yang berada di tengah tasik yang menjadikan nilai tambah.

  • Tasik Putri Pepuyu/Putri Pepuyu Lake
Berlokasi Desa Tanjung Padang / Pulau Padang Kecamatan Merbau, merupakan daerah di tengah hutan lindung yang belum banyak disentuh oleh manusia sehingga belum ada kerusakan dan perubahan. Tasik Putri Pepuyu terkenal denga legenda tentang cinta Raja Terubuk dan Putri Pepuyu yang tidak kesampaian. Tasik Putri Pepuyu mempunyai potensi wisata seperti berkemah, berperahu dan lain-lain

  • Pulau Legenda Dedap Durhaka/Dedap Durhaka Legend Island
Pulau Legenda Dedap Durhaka, berlokasi di Selat Bengkalis, Kecamatan Merbau, pulau yang mempunyai legenda sama seperti legenda Malin Kundang di Padang/Sumatera Barat, kisah seorang anak lelaki Melayu yang telah merantau kaya raya yang bernama Dedap yang durhaka kepada ibunya dan dikutuk. Di pulau ini terdapat pohon mempelam (mangga) yang mana buah bagian atasnya manis rasanya dan bagian bawah asam rasanya dan terdapat sepasang kera sebagai penunggu pulau ini.



http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Kepulauan_Meranti

Jumat, 09 November 2012

Masjid Jami' Bukti Kesatuan Negeri

Ari

BERKUNJUNG ke Kabupaten Kampar belumlah lengkap tanpa mengunjungi Mesjid Jami'. Mesjid kebanggaan negeri serambi Mekah Riau ini terletak di Kecamatan Air Tiris dan berdekatan dengan pasar. Semula mesjid ini adalah sebuah mushola berukuran 6m x 8m yang digunakan untuk kebutuhan beribadah para penjual, pembeli dan masyarakat sekitarnya saat panggilan suci tiba.

Mesjid Lambang Kesatuan Negeri

Pesatnya perdagangan terutama beras dan membuat pasar Air Tiris yang pertama tersebut menjadi pusat perdagangan yang diperhitungkan. Musholapun tidak lagi mampu menampung jemaahnya.

Pada tahun 1901 dengan Datuk Ongku Mudo Sangkal tokoh agama setempat mengumpulkan seluruh masyarakat kenegerian Air Tiris yang terdiri dari 24 negri untuk membangun sebuah mesjid.

Setiap kenegerian membawa satu tiang yang digunakan sebagai tiang tengah mesjid. Kedua puluh empat tiang tersebut masih ditambah lagi dengan 12 tiang sumbangan dari masyarakat. Pasak bukannya paku yang digunakan memperkokoh bangunan tersebut sekaligus memberikan keunikan.

Pembangunan mesjid dikerjakan dengan gotong royong oleh masyarakat tanpa ada yang mendapatkan upah. Mesjid Jami terbukti telah menyatukan masyarakat kenegerian Air Tiris.

Menurut M. Ali selaku Kepala Desa setempat, pada jaman pendudukan Belanda, banyak usaha untuk memperlemah kesatuan masyarakat tersebut. Salah satunya adalah dengan membakar mesjid Jami yang posisinya tidak jauh dengan pos mereka. Usaha tersebut tidaklah berhasil karena mesjid masih tetap berdiri utuh.


Bentuk Mesjid dan Pelestariannya

Mesjid Jami' berbentuk bangunan panggung berwarna cokelat tua ini memiliki pintu sebanyak 3 buah yang terletak di depan dan di samping. Jumlah jendela sebanyak 12 buah yang berhiaskan ukiran. Bila diamati dengan jelas, masing-masing jendela memiliki ukiran dengan motif yang berbeda-beda. Ternyata keseluruhan ukiran dalam mesjid terdiri dari 24 macam yang mewakili seni dan kebudayaan masing-masing kenegeraian.

Bangunan tengah mesjid memiliki ketinggian 25 meter dan atap mesjid terdiri dari tiga tingkat. Masing-masing tingkat berhiaskan ukiran khas atap bangunan Melayu pada tiap sudutnya. Pada samping mesjid dapat dijumpai menara yang di bagian bawahnya terdapat kolam bak air yang di dalamnya diletakkan sebuah batu menyerupai kepala kerbau. Batu tersebut menurut cerita dapat berpindah-pindah sendiri tanpa ada yang mengangkatnya.

Mesjid Jami' pertama kali direnovasi pada tahun 1982 dengan dibantu oleh pemerintah provinsi. Salah satu yang bagian mesjid yang direnovasi adalah lantainya. Pada tahun 1982 kembali dilakukan renovasi berupa penggantian menara.

Menurut M. Ali saat ini Mesjid Jami' masuk sebagai cagar budaya di Batu Sangkar dan diharuskan untuk tidak merubah fisik mesjid termasuk ukiran-ukiran di dalamnya. Meskipun beberapa kali diusulkan merubah warna cat mesjid tersebut, tetapi sampai saat ini mesjid tersebut masih berwarna cokelat tua.

Pemeliharaan mesjid tetap dilakukan oleh masyarakat Air Tiris dibantu oleh dana yang selain diperoleh dari masyarakat juga dari kunjungan-kunjungan jemaah baik dari nusantara maupun luar negeri.

Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk memelihara warisan nenek moyang kita. Tidak perlu menunggu bantuan dari pemerintah, sudah selayaknyalah kita juga harus memperhatikannya. Mesjid Jami' inilah sebagai contoh pemersatu masyarakat dan masyarakat yang bersatu memeliharanya. (ari)

Selasa, 17 April 2012

Faren Malay : ARTI TEPAK SIRIH




Masyarakat Melayu terkenal dengan sifat sopan santun, berbudi bahasa serta penuh dengan adat budaya dalam menjalani kehidupan seharian. Adat lebih diutamakan, bak kata pepatah ‘biar mati anak jangan mati adat’, lebih-lebih lagi ketika mengadakan majlis meminang, bertunang dan pernikahan. Untuk memulai upacara merisik, pertunangan dan pernikahan, masyarakat Melayu menggunakan tepak sirih sebagai pembuka kata.
Dalam adat bersirih, setiap bahan yang terkandung mempunyai pengertian dan membawakan maksud tertentu.

SIRIH : Memberi arti sifat yang merendah diri dan sentiasa memuliakan orang lain, sedangkan dirinya sendiri adalah bersifat pemberi.

KAPUR : Melambangkan hati seseorang yang putih bersih serta tulus, tetapi jika keadaan tertentu yang memaksanya ia akan berubah lebih agresif dan marah.

GAMBIR : Dengan sifatnya yang kelat kepahit-pahitan memberikan arti ketabahan dan keuletan hati.

PINANG : Digambarkan sebagai lambang keturunan orang yang baik budi pekerti, tinggi darjatnya serta jujur. Bersedia melakukan sesuatu perkara dengan hati terbuka dan bersungguh-sungguh

TEMBAKAU : Melambangkan seseorang yang berhati tabah dan sedia berkorban dalam segala hal

Tepak sirih digunakan sebagai barang perhiasan dan atau dalam upacara-upacara resmi. karena tepak sirih penting dalam adat istiadat, maka tidak layak digunakan sembarangan.
Dulang tepak sirih ini terbagi dua bagian, di bagian atas disusun empat cembul dengan urutan susunan : pinang, kapur, gambir dan tembakau. Di bagian bawah pula disusun cengkeh, daun sirih dan kacip.

Bagi masyarakat Melayu, sirih disusun sedemikian rupa untuk menunjukkan tertib ketika mengapur sirih, yang dahulu didahulukan dan yang kemudian dikemudiankan. Daun-daun sirih yang disusun dalam tepak sirih hendaklah dilipat bersisip antara satu sama lain dan disamakan tangkainya, disusun sebanyak lima atau enam helai dalam satu baris. Satu tepak sirih selalunya mengandungi empat atau lima susun sirih tadi. Sirih yang berlipat ini wajib dibuat kerana hendak mengelak dari terlihat ekor sirih itu. Ekor sirih tidak boleh dinampakkan karena dianggap satu keadaan yang kurang sopan dan tidak menghormati tamu. Tepak sirih yang telah lengkap ini dihias dengan bunga dan dibungkus dengan kain songket. 

Faren Malay : URUTAN NAMA ANAK MELAYU


Kalau di Bali terdapat urutan nama anak seperti Putu, Made. Nyoman dan Ketut, maka suku Melayu juga mempunyai urutan nama anak sebagai berikut :

Anak pertama : si Ulung (Iyung, Ulong)
Anak kedua : si Ngah
Anak ketiga : si Alang
Anak keempat : si Uteh
Anak kelima : si Andak
Anak keenam : si Uda
Anak ketujuh : si Ucu (Uncu, busu, bongsu)
Anak kedelapan : si Ulung Cik ( Ulung Kecik)
Anak kesembilan : si Ngah Cik
Anak kesepuluh : si Alang Cik
Anak kesebelas : si Uteh Cik
Anak keduabelas : si Andak Cik
Anak ketigabelas : si Uda Cik
Anak keempatbelas : si Cik (si Kecil atau si Kecik)

Panggilan untuk anak laki-laki si Kolok
Panggilan untuk anak perempuan si Subang

Dikutip dari Buku Butir Butir Adat Melayu Pesisir Sumatera Timur yang disusun oleh T.H.M. Lah Husny.

Faren Malay : UPACARA TEPUNG TAWAR


Telah menjadi adat kebiasaan, puak melayu memakai tepung tawar pada beberapa upacara dan kejadian-kejadian penting, umpamanya pada perkawinan, pertunangan, sunat rasul (khitan) ataupun jika seseorang kembali dengan selamat dari sesuatu perjalanan ataupun terlepas dari mara bahaya ataupun mendapat rahmat yang diluar dugaan.
Maka ditepung tawarilah yang berkepentingan dengan pengharapan ia akan tetap selamat dan bahagia hendaknya. Logat tepung tawar mulanya ialah TAMPUNG TAWAR, yaitu dalam kata “ditampung tangan untuk menerima penawar (obat)”

Tepung Tawar ini berasal dari zaman leluhur berpuluh abad yang lalu. Susunan tepung tawar yang biasa digunakan oleh masyarakat melayu dalam garis besarnya terdiri dari 3 bagian pokok, yaitu :
- Ramuan Penabur
- Ramuan Rinjisan
- Pedupaan (Perasapan)
Ketiga bagian di atas dirinci pula sebagai berikut :

RAMUAN PENABUR
Di atas wadah terletak sepiring beras putih, sepiring beras kuning, sepiring bertih dan sepiring tepung beras, sebagai pelambang sebagai berikut :
- Beras putih = kesuburan
- Beras Kuning = kemuliaan, kesungguhan
- Bertih = perkembangan
- Bunga Rampai = keharuman (nama)
- Tepung beras = kebersihan hati.
- Arti keseluruhan dari bahan-bahan di atas adalah kebahagiaan

RAMUAN RINJISAN
Sebuah mangkuk putih (dulu tempurung kelapa puan) berisi air biasa, segenggam beras putih dan sebuah jeruk purut yang telah di iris-iris. Di dalam mangkuk tersebut juga diletakkan sebuah ikatan daun-daunan yang terdiri dari 7 macam daun, yaitu :
- Daun Kalinjuhang (silinjuhang)
- Tangkai pohon pepulut (sipulut) dengan daun
- Daun Gandarusa atau daun sitawar
- Daun jejerun (jerun-jerun)
- Daun sepenuh
- Daun sedingin
- Pohon sembau dengan akarnya

Ketujuh daun di atas diikat dengan akar atau benang jadi satu berkas kecil sebagai rinjisan. Adapun arti dari bahan-bahan di atas adalah sebagai berikut :

Mangkuk putih berisi air = kejernihan; beras = kesuburan; irisan-irisan jeruk purut = membersihkan.
Secara keseluruhan diartikan sebagai Keselamatan dan Kebahagiaan.

Sedangkan ketujuh macam dedaunan tersebut di atas berarti :

Daun Kalinjuhang, mempunyai sifat membangkitkan semangat yang telah lesu. Daun ini dapat diartikan sama dengan “panjang umur” dan “bertenaga”

Daun Pepulut, sifatnya “melengket” atau “tidak lekas lekang”. Daun ini memberi arti “Kekekalan”

Daun Gandarusa, adalah tangkal (perisai) terhadap “kecelakaan” yang mungkin dating dari alam gaib atau tenaga gaib

Pohon Jejurun, sifatnya sukar dicabut dan sukar mati, menjadi simbol “kelanjutan hidup”.

Daun sepenuh, mengingatkan kita kepada kata “penuh” yang berarti disini “penuh rezeki”

Pohon Sedingin, ialah tanda 'ketenangan' dan 'kesehatan'.

Pohon sembau, mempunyai akar sangat liat dan sukar dicabut, mengingatkan kita pada “kekuatan dan keteguhan”

Maka ke tujuh macam tumbuhan tersebut di atas adalah “seruan” dan “doa” tanpa suara untuk kesempurnaan orang yang ditepung tawari.


PERDUPAAN
Perdupaan dengan kemenyan atau setanggi yang dibakar dapat diartikan dengan pemujaan atau doa kepada Yang Maha Kuasa agar permintaan dimaksud dapat restu atau terkanul hendaknya. Perdupaan ini sangat jarang dilakukan pada upacara tepung tawar yang ada sekarang ini.

URUTAN PENEPUNG TAWARAN
Urutan yang menepung tawari adalah dimulai dari ibu bapaknya (serentak) dan kemudian diteruskan oleh ahli keluarga yang tertua dan terdekat sampai jumlah yang telah ditentukan semula dengan ketentuan mula-mula yang menepung tawari adalah kaum laki-laki, kemudian baru giliran kaum wanita. Anak beru ataupun seseorang yang ditugasi untuk itu, mendatangi dan menjemput orang yang harus menepung tawari itu serta mempersilahkan beliau sambil mengiringkannya pula dari belakang ke tempat upacara tepung tawar.
Selesai melakukan tepung tawar, beliau diantar pula ke tempat duduknya semula dan oleh anak beru atau orang yang ditugaskan untuk itu memberikan kepada beliau sebuah “bunga telor berkat”

CARA MELAKUKAN TEPUNG TAWAR
Orang yang hendak ditepung tawari mula-mula menerima ataupun mengambil sedikit (sejumput) beras putih, beras kuning, bertih danbunga rampai, llau menaburkannya ke atas haribaan atau keliling badan orang yang ditepung tawari, kadang-kadang disertai dengan ucapan ‘selamat’, “murah rezeki”’ “sehat”’ dan sebagainya.
Kemudian diambilnya berkas ikatan daun kalinjuhang dan daun lainnya, dicecahkan ke mangkuk puith yang berisi air dan beras putih serta irisan limau purut lalu dirinjis-rinjiskannya di atas kedua belah telapaktangan orang yang ditepungtawari. Selalu juga disertai dengan kata ‘selamat’. Kemudian barulah diambil sedikit tepung beras tadi dan dioleskan (dilekatkan) ke tapak tangan yang ditanuri. Semua acara di atas dilakukan dengan khidmat. Orangtua ada juga merinjis-rinjiskan berkas ikatan tersebut ke atas ubun-ubun (kepala) anaknya ataupunkeluarga termuda. Ini sebenarnya bersifat kemanja-manjaan saja , bukan kelaziman.
Jika yang ditepung tawari lebih tua atau lebih tinggi kedudukannya di dalam keluarga ataupun masyarakat dari orang yang ditepung tawari, maka orang yang ditepung tawari telebih dahulu harus minta terima kasih dan memberi hormat dengan cara mengangkat kedua belah tangannya sewaktu hendak di tepung tawari. Yang menepung tawari membalas pula dengan mengangkat kedua belah tangannya juga, sebagai menerima tanda terima kasih atau penghormatan itu.
Sebaliknya yang akan terjadi, jika yang menepungtawari lebih muda, maka dialah terlebih dahulu yang harus memberi hormat.

Dikutip dari Buku Butir Butir Adat Melayu Pesisir Sumatera Timur yang disusun oleh T.H.M. Lah Husny.

Pramuka SMA Negeri 1 Singkep Barat Raih Prestasi Gemilang di Kemsar Budaya 2025

  Pramuka SMA Negeri 1 Singkep Barat Raih Prestasi Gemilang di Kemsar Budaya 2025 Lingga — Regu Pramuka SMA Negeri 1 Singkep Barat meno...